*TUTUP CELAH KEKURANGAN AMALANMU DENGAN ISTIGHFAR*

Istighfar sebagai penutup Cela Dan Penyempurna Kekurangan amal ibadah kita.

Orang yang berpuasa senantiasa akan butuh beristighfar. Dengan istighfar, dia menyempurnakan kekurangan yang ada ketika berpuasa. Dengan istighfar dia memperoleh rahmat Allah, dan dengannya dia menutup seluruh amal shalehnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata,

الْغِيبَةُ تَخْرِقُ الصَّوْمَ ، وَالاسْتِغْفَارُ يُرَقِّعُهُ ، فَمَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَجِيءَ بِصَوْمِ مُرَقَّع فَلْيَفْعَلْ

“Menggunjing orang akan merobek puasa, sedang istighfar akan menambalnya. Siapa saja di antara kalian yang mampu untuk berpuasa dengan adanya tambalan (diiringi dengan istighfar), hendaklah dia melakukannya.”

Al-Hasan mengatakan,

أكثروا من الإستغفار فإنكم لا تدرون متى تنزل الرحمة

“Perbanyaklah istighfar karena kalian tidak tahu kapan rahmat diturunkan.”

Dan waktu yang paling tepat untuk memanjatkan istighfar adalah di akhir malam setelah melakukan tahajjud. Allah Ta’ala berfirman,

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan di akhir-akhir malam mereka beristighfar kepada Allah.”[adz-Dzariyat : 18].

والله اعلم

@KH Khoirul Anwar Fathoni






To Top