Kajian Fiqih

SHOLAT MUSAFIR

SHOLAT MUSAFIR

Bepergian atau safar tidak lepas dari berbagai kesulitan dan kelelahan didalam perjalanan karena itu agama memberi keringanan ( rukhsoh ) yang berkaitan dengan musafir, selama bepergiannya bkn dengan tujuan maksiat.
Diantara keringanan yang berkaitan dengan bepergian yang jauh ( 82 km atau lebih ) :
1. Qoshor sholat
2. Jamak sholat
3. Tidak berpuasa dibulan Ramadhan
4. Mengusap khuf ( sepatu kulit ) 3 hari tiga malam

QOSHOR SHOLAT

Mengqoshor sholat adalah meringkas sholat yg 4 rokaat ( dhuhur, ashar, isya ) menjadi 2 rokaat, dalilnya surat An nisa ayat 101.
Syarat Qoshor sholat :
1. Sholat yg diqoshor adalah sholat yang 4 rokaat
2. Berpergiannya dgn tempat tujuan tertentu, jika bepergian tdk diketahui tujuannya maka tdk boleh qoshor kecuali setelah melewati jarak 82 km.
3. Jarak yg ditempuh 82 km atau lebih
4. Bepergiannya dgn tujuan baik atau mubah
5. Telah melewati perbatasan kampungnya
6. Niat qoshor ketika takbirotul ihrom
7. Tidak bermakmum kpd mutimm ( org yang tdk qoshor )

Batasan tdk diperbolehkannya qoshor :
1. Apabila sdh sampai ditempat tinggalnya atau perbatasan kampungnya
2. Apabila niat muqim/tinggal ditempat tujuan lebih dari 4 hari selain hari kedatangan dan kepulangan.
Adapun org yg tidak mengetahui berapa lama akan tinggal ditempat tujuannya karena kebutuhanya/hajat maka boleh mengqoshor selama 18 hari.

Mana yg lebih afdhol mengqoshor sholat atau tdk…?

Menyempurnakan/ tidak mengqoshor sholat lebih afdhol kecuali dlm beberapa masalah maka qoshor lebih afdhol :
1. Jika jarak yg ditempuh 3 marhalah atau lebih ( 123 km atau lebih )
2. Jika terdapat keraguan tentang bolehnya qoshor maka qoshor afdhol
3. Jika ragu2 tentang dalilnya qoshor sholat
4. Jika termasuk orang yg dicontoh/diikuti org lain

Diperbolehkan mengqoshor qodho sholat yang ditinggalkan dlm keadaan musafir juga

To Top