Hikmah

MENJADI HAMBA TERBAIK MENURUT QURAN HADITS DAN ULAMA SALAF

Al-Qur’an

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras”. (QS.Al-Baqoroh ayat 204).

Hadits

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما ، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ( إن الله تعالى قال : لقد خلقت خلقا ألسنتهم أحلى من العسل ، و قلوبهم أمر من الصبر

Dari Abdullah bin Umar, Nabi SAW bersabda : “Sesung­guhnya Allah berfirman : “Sungguh Aku telah menciptakan makhluk, yang mana lidah mereka lebih manis dari pada madu dan hati mereka lebih pahit dari pada Jadam/ pencahar. (Hadits dikeluarkan oleh imam At-Turmudzi).

Perkataan Ulama

Al Muhallab bin Abu Sufrah berkata:

Sungguh aku benci terhadap orang yang lidahnya melebihi perbuatannya.

Muawiyah bin Qurrah berkata:

Tangisan hati lebih baik daripada tangisan mata.

Yahya bin Mu’adz berkata:

Hati ibarat ketel, dan gayungnya adalah pemiliknya. Maka jadilah hamba bagi perbuatan anda seperti halnya anda menjadi hamba bagi kata kata anda.

Umar bin Amir berkata:

Apabila hati seorang hamba sesuai dengam perbuatannya, maka Allah berkata kepada malaikat, ini benar-benar hambaku.

Abu Abdillah Al-Anthaki berkata:

Sebaik-sebaik amal perbuatan adalah meninggalkan maksiat bathin. Sebab jika maksiat batin ditinggalkan, maka maksiat lahiriah lebih mudah ditinggalkan.

Barangsiapa hatinya lebih baik daripada perbuatan lahirnya, maka itu adalah keutamaan.
Barangsiapa hatinya sama dengan lahiriahnya, maka itu adalah keseimbangan.
Sedangkan orang yang lahiriahnya lebih dari hatinya, maka itu adalah kedzholiman.

To Top