Amaliyah

SOMBONG PENGHIJAB ILMU

sitisteady.blogspot.com Images may be subject to copyright.

Ulama berkata:

العلم حرب للفتى المتعالي* كالسيل حرب للمكان العالي

Ilmu adalah perang (Musuh) bagi pemuda yang sombong * bagaikan banjir musuh dataran tinggi.

Penjelasan :

Ilmu pantang masuk kepada orang sombong, sebagaimana air yang tidak bisa masuk ke dataran tinggi.

Ahli Hikmah berkata:

اِنَّ الْمُعَلِّمَ وَالطَّبِيْبَ كِلاَهُمَا # لاَ يُنْصِحَانِ اِذَاهُمَا لَمْ يُكْرَمَا

فَاصْبِرْ لِدَائِكَ اِنْ جَفُوْتَ طَبِيْبَهَ# وَاقْنَعْ بِجَهْلِكَ اِنْ جَفَوْتَ مُعَلِّمَا

Sesungguhnya guru dan dokter kedua-duanya
Tidak akan menasehati Jika tidak dihormati.

Jika kau abaikan dokter, sabarlah atas penyakitmu
Jika kau abaikan guru, terimalah kebodohanmu.

Ahli Hikmah berkata:

المتكبر كالصاعد فوق الجبل، يرى الناس صغاراً، ويرونه صغيراً.

Orang takabbur seperti pendaki gunung. Dia melihat orang kecil ( dari atas gunung). Sedangkan orang lain melihatnya kecil (dari bawah gunung).

Kisah Hikmah

Seorang warga desa Busthom yang terkenal senantiasa menghadiri majlisnya Imam Abu Yazid Al-Busthomi, pada suatu hari ia bertanya kepada Imam Abu Yazid,

“Ya Aba Yazid, Tiga puluh tahun aku berpuasa di siang hari dan sholat sunnah sepanjang malam, tetapi mengapa aku tidak bisa merasakan kenikmatan ilmu yang engkau jelaskan?”

Imam Abu Yazid menjawab :”Andaikata engkau berpuasa dan sholat malam selama tiga ratus tahun, Maka sedikitpun tidak akan kau kecap nikmatnya ilmu ini”.

“Mengapa?” tanya orang itu.

“Sebab engkau terhijab oleh dirimu sendiri”, jawab Imam Abu Yazid

“Apakah ada obat yang bisa menyembuhkan penyakitku ini?”.tanyanya lagi

“Ya,Ada”. Jawab beliau tegas.

“Coba engkau jelaskan kepadaku obat itu ,sehingga aku dapat mengamalkanya”,dia berujar

“Engkau tidak akan mau mengamalkanya”. Kata Abu Yazid

“Terangkan saja kepadaku,aku akan mengamalkanya”. Desaknya

“Sekarang ini juga pergilah ke tukang cukur, cukurlah rambutmu kepalamu dan jenggotmu,kemudian lepaskan pakaianmu. Kenakanlah sarung dan pakaian usang. Setelah itu gantungkanlah di lehermu keranjang yang penuh dengan kacang kenari, kemudian kumpulkan anak anak kecil di sekelilingmu. Katakan kepada anak anak itu, “Barang siapa menampar wajahku sekali akan ku beri satu biji kacang kenari”. Dan dalam keadaan seperti itu,pergilah kepasar dan berkelilinglah di dalamnya, datangilah semua orang yang mengenalmu”. Abu Yazid menjelaskan.

“Subhanallah…(maha suci Allah), Engkau suruh suruh aku berbuat demikian?”. Ucap lelaki itu.

Abu Yazid menegur :” Ucapanmu “subhanallah” tadi merupakan salah satu bentuk syirik yang kau lakukan”.

“Bagaimana bisa, coba engkau jelaskan”. Dia berujar dengan keheranan.

“Sebab, Kalimat itu kau ucapkan untuk memuliakan dan menyucikan dirimu,kau menganggap dirimu tidak pantas di perlakukan seperti itu, kau tidak mensucikan Allah”. Jelas Imam Abu Yazid.

“Aku tidak mampu melaksanakan saranmu ini, tunjukan kepadaku cara lainya”. Pinta lelaki itu.

“Mulai dulu dengan itu,baru nanti ku ajari cara lainya”. Jawab Imam

“Aku tak mampu”. Si lelaki berujar.

“Bukankah sudah ku katakan kepadamu bahwa engkau tak akan mau melaksanakan saranku”. Jawab beliau dengan tegas.

Nasihat yang di sampaikan oleh Imam Abu Yazid ke Orang laki laki itu merupakan obat mujarab bagi orang yang hatinya di kuasai perasaan ingin di puji orang lain dan berbangga diri. Sekedar melakukan sholat maupun puasa sunnah tidak cukup untuk membuatnya sadar, Bahkan ibadah tersebut membuatnya menjadi semakin sombong dan suka pamer.

Orang semacam ini harus di biasakan bergaul dengan orang orang miskin dan lemah, sehingga kebanggaan dan rasa ingin pamernya itu,lambat laun akan sirna,selama jiwa di kuasai keinginan semacam ini, maka dia tidak akan pernah merasakan manisnya ilmu dan ibadah.

Referensi :

Kitab Ihyaa Ulumiddin. Imam Al-Ghazaly
Kitab Ta’limul Muta’allim. Syekh Az-Zanurji

To Top