YANG PENTING SEPUTAR SHOLAT JUMAT

Mengutip dari kitab “Hidayatut-thalibin”. Karangan Al-Allamah Al-faqih As-sayyid Zein bin smith Hafidzahullah.

Shalat Jumat berhukum Fardhu Ain Tak boleh di tinggalkan.

Allah berfirman:

ياأيها الذين آمنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli (QS. Al Jumu’ah : 9)

Sebuah Hadith menyebutkan Bahwa Baginda Rasulullah Shallallahu alaihi Wa sallam bersabda
من ترك الجمعة ثلاثاً من غير عذر طبع الله على قلبه

Siapa yang meninggalkan 3 kali Shalat jumat tanpa ada udzur, maka Allah akan mengunci hatinya.

Dari Abdullah bin Abbas beliau berkata :

من ترك ثلاث جمعات متواليات من غير عذر فقد نبذ الإسلام وراء ظهره

Siapa yang meninggalkan Shalat jumat 3 kali berturut-turut, tanpa ada keudzuran berarti dia telah membuang islam ke belakang punggungnya.

Shalat Jumaat di lakukan dua Rakaat, di laksanakan pada Hari Jumat di waktu zohor,

Menurut pendapat muktamad, shalat Jumat merupakan shalat yang mempunyai kewajiban tersendiri, tidak di anggap sah apabila di ganti dengan shalat zohor. kecuali jika terdesak dengan masa yang tak sempit, atau masa Waktu nya telah keluar, ataupun tidak memenuhi syarat-syarat Yang telah di tentukan.

di namakan Shalat Jumaat di sebabkan Pada Hari itu berkumpul ummat manusia Untuk melaksanakan shalat jumaat.

Shalat Jumat adalah sebaik-baik nya Shalat Fardhu. berjema’ah nya sebaik-baik nya Berjema’ah.

Shalat jumat merupakan salah satu di antara keistimewaan untuk ummat ini.

Hari jumat penghulu hari daripada hari-hari seminggu, malam jumat paling utama di antara malam-malam yang lain.

shalat Jumat di wajib kan di mekkah di malam isra’ mikraj.

Ulama ummat ini telah Mufakat bahwa Shalat Jumat berhukum Wajib bagi Orang yang merdeka, mencapai balig, laki-laki, dan tidak bermusafir.

Serta Para Ulama Ummat ini telah mufakat bahwa orang yang meninggalkan shalat Jumat sedangkan ia mampu untuk melaksanakan nya, dan ia bagian daripada orang yang di wajibkan untuk Shalat Jumat maka ia tidak di hukumi sebagai Kafir kecuali jika ia ingkari kewajiban Shalat jumat, Angkuh, memandang remeh terhadap kewajiban shalat Jumat.

Ulama Telah mufakat bahawa orang yang meninggalkan shalat Jumat 3 kali berturut-turut maka ia di anggap Sebagai orang Fasik yang tidak di terima persaksian nya.

SYARAT-SYARAT WAJIB NYA SHALAT JUMAT ADA 7.

1. Islam : maka Shalat Jumat tidak wajib bagi orang Kafir dan Shalat nya tidak di anggap sah.

Shalat jumat Wajib ke atas orang Murtad sekiranya dia kembali lagi memeluk islam maka wajib baginya untuk mengqadha’ nya.

2. Mencapai Balig : Shalat Jumat tidak wajib bagi anak-anak kecil, Shalat Jumat di anggap sah apabila di lakukan Oleh anak kecil yang Tamyiz

3. Berakal : Shalat Jumat tidak wajib di laksanakan Oleh orang gila dan Shalat nya juga tidak di anggap sah.

4. Orang meredeka : Shalat Jumat tidak wajib bagi Hamba sahaya, Shalat Jumat di anggap sah apabila si Hamba sahaya melaksanakan nya.

5. laki-laki : Shalat Jumat tidak wajib bagi perempuan, dan di anggap sah apabila perempuan melaksanakan shalat jumat.

6. Sehat : Shalat Jumat tidak wajib bagi orang sakit , yang kepayahan dan teramat susah apabila menghadiri jumat. dan di anggap sah Shalat nya jika ia melaksanakan shalat Jumat. Apabila ia tidak melaksanakan Shalat Jumat maka wajib melaksanakan shalat zohor. Namun Jika ada kekuatan dan kemampuan maka di sunnahkan menghadiri shalat jumat. Apabila ia hadir shalat jumat setelah masuk nya waktu zawal (setelah Lengsernya matahari di waktu jumat) maka tidak boleh baginya keluar lagi dari masjid kecuali jika merasa kepayahan yang teramat.

Orang Buta Wajib Tunaikan Shalat Jumat jika ada orang yang menuntun nya Walaupun harus membayar Upah.

7. Bermukim : Shalat Jumat tidak wajib Bagi orang yang bepergian dengan perjalanan yang jauh. (sejauh dua marhalah atau 82 kilo meter atau lebih). Serta perjalanan nya di bolehkan oleh syara’ yang bepergian sebelum Fajar di Hari Jumat.

Maka haram Hukum nya bepergian setelah waktu fajar di hari jumat jika ia yakin akan ketinggalan dan tak akan dapat melaksanakan shalat Jumat di dalam perjalanan nya, kecuali jika dia takut ketinggalan rombongan maka hukum nya tidak haram.

Al-mukim (orang yang bermukim) : Adalah orang yang berniat menetap di suatu daerah dalam tempo masa 4 hari atau lebih selain daripada dua hari yaitu selain di hari waktu masuk dan di hari waktu keluar dari daerah tersebut, serta dalam hatinya ada niat untuk kembali lagi ke daerah asal nya.

Shalat Jumat wajib bagi orang yang bertempat tinggal menetap (Al-mustautin) maka hal ini lebih utama di terapkan hukum nya

Al-mustautin adalah : orang yang tidak melakukan bepergian di musim panas maupun musim penghujan kecuali karena suatu keperluan.

Shalat jumat Wajib bagi orang yang mendengar Adzan sekiranya pendengaran nya Normal, sementara ia bagian dari orang Yang Di wajibkan Shalat Jumat.

SYARAT-SYARAT SAH NYA SHALAT JUMAT

* Harus di laksanakan secara Berjemaah
* Harus di dalam sebuah daerah dan bukan di luar daerah.
* Harus mencapai 40 bilangan jemaah walaupun dengan imam. Kesemua nya Harus orang laki-laki yang merdeka (Bukan budak sahaya) balig dan bermustautin (orang yang bertempat tinggal menetap)

Jika Bilangan jemaah nya kurang daripada 40 orang sementara mereka tengah melakukan shalat jumat maka shalat jumat nya Di Anggap Batal dan mesti Di rubah dengan shalat Dzohor.

* Semua pelaksanaan nya mesti di laksanakan di waktu zohor : Maksud nya adalah Dua Khutbah Jumat dan Shalat Jumat mestinya di laksanakan di waktu zohor.

* Mesti di awali dengan dua khutbah yang di anggap sah sesuai dengan syarat-syarat dan rukun-rukun nya. Dan bilangan jemaah 40 mesti mendengarkan dua khutbah secara sempurna.

PERMASALAHAN:

-Jika waktu telah keluar sedang mereka tengah melaksanakan shalat jumat, maka sempurnakan shalat-nya dengan shalat dzohor.

-Jika waktu Telah sempit dan tak cukup melaksanakan shalat Jumat maka mereka mesti bertakbiratul ihram dengan ihram zohor.

-Jika Makmum mendapati satu rakaat bersama imam maka ia telah di kira mendapati shalat jumat. Dan ia di anggap telah mendapati shalat jumat bersama imam sebelum imam berdiri dari rukuk di rakaat kedua, jika tidak maka makmum Mesti Melaksanakan shalat zohor.

SUNNAH-SUNNAH JUMAT:

1. Mandi : waktunya adalah dengan muncul nya waktu fajar, dan yang paling utama di akhirkan sampai ia hendak berangkat tunaikan shalat Jumat. Dan itu menjadi sunnah bagi orang yang hendak menghadiri Shalat Jumat.

2. Berhias dengan pakaian yang paling bagus. Pakaian Putih lebih baik daripada Pakaian yang lain. Sesuai dengan Hadith Nabi :

ألبسوا من ثيابكم البيض فإنها من خير ثيابكم

Kenakan pakaian mu yang warna putih, sebab pakaian Putih adalah sebaik-baik nya pakaian kalian.

Dan Si Khatib lebih di tuntut serta lebih utama berpakaian lebih menarik daripada yang lain

3. Melakukan Bersih-bersih : dengan mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis, memotong kuku, Merapikan Jenggot, menghilangkan bau-bau tak sedap.

4. Berwangi-wangian : yang demikian dengan menggunakan parfium yang harum.

5. Bersegera datang awal : berangkat untuk melaksanakan shalat Jumat, satu jam sebelum shalat Jumat di laksanakan atau lebih dari satu jam sebelum shalat jumat, supaya mempunyai masa yang luas untuk membaca Al-qur’an, Berdzikir kepada Allah, i’tikaf, dan berniat i’tikaf. kecuali Imam maka tidak di sunnahkan bersegera datang Awal.

6. Membaca Surah Al-kahfi (Di Hari jumat atau di malam jumat). Dan membaca Surah Yasin, surah Ad-dukhon, surah Al-fath, surah Arrahman, Surah Al-jumu’ah, Surah Al-munafikun, surah Al-Muzammil di hari Jumat.

7. Memperbanyak Baca Shalawat ke atas baginda Nabi Beserta Keluarga dan Para sahabat nya, sebanyak yang engkau mampu Di Hari jumat dan Malam Jumat

8. Diam dan berusaha mendengarkan isi Khutbah Khutbah, tidak berbicara atau sibuk dengan perkara lain, hilangkan mengantuk.

Berbicara di tengah-tengah Khutbah di laksanakan, dapat batalkan Pahala, dan itu adalah Haram.

9. Berjalan menuju shalat Jumat dengan tenang dan perlahan (tidak terburu-buru)

10. membaca doa Keluar Rumah menuju Masjid dan di Hari Jumat di tambahkan dengan doa ini

اللَّهُمَّ اجْعَلْني من أوْجَهَ مَنْ تَوَجَّهَ إلَيْكَ، وأقْرَبَ مَنْ تَقَرَّبَ إِلَيْكَ، وأفْضَلَ مَنْ سألَكَ وَرَغِبَ إِلَيْكَ‏

Ya Allah jadikanlah aku orang yang paling depan menghadap kepada-Mu, orang yang lebih dekat dalam taqarrub (mendekatkan diri) kepada-Mu, dan orang yang lebih utama mohon kepada-Mu dan berharap kepada-Mu.

Dan ketika Keluar dari Masjid Bacalah doa keluar Masjid serta Tambahkan dengan doa ini

 اَللّهُمَّ إِنِّيْ أَجَبْتُ دَعْوَتَكَ، وَحَضَرْتُ جُمْعَتَكَ وَصَلَّيْتُ فَرِيْضَتَكَ وَانْتَشَرْتُ كَمَا أَمَرْتَنِيْ فَارْزُقْنِيْ مِنْ وَاسِعِ فَضْلِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

Ya Allah aku telah memenuhi panggilanMu dan aku telah menghadiri Jum’atMu dan aku telah melaksanakan kewajiban sholat Jum’atMu dan aku sekarang pergi untuk mencari rizki seperti yang telah Engkau perintahkan aku maka berilah aku rizki dari keutamaanMu yang sangat luas dan Engkau adalah Dzat sebaik-baik pemberi rizki

11. Shalat Tahiyatul masjid hal itu di sunnah kan, jika ia masuk Masjid sedang Imam Tengah berkhutbah, maka laksanakan shalat sunnah Tahiyatul masjid dengan tidak di lamakan,
Artinya di percepat.

Hukum menyibukkan diri daripada urusan-urusan Dunia, setelah Adzan kedua di kumandangkan adala Haram.

Dan Hal yang demikian berhukum Makruh apabila setelah Adzan pertama dan setelah Waktu zawal.
@KHKAF

To Top