Hikmah

KERINDUAN SAHABAT PADA RASULLUH

Ibnu Asakir menyampaikan dari Zaid bin Aslam bahwa ia mengatakan;
Umar bin Al-Khaththab keluar malam untuk melakukan penjagaan. Begitu melihat lampu di sebuah rumah, ia pun mendekatinya. Ternyata ada seorang perempuan tua yang sedang menguraikan rambut untuk dipintal sambil mengucapkan syair:

على محمد صلاة الابرار # صلى عليك المصطفون الاخيار
قد كنتَ قواما بكى الاسحار# ياليت شعري والمنايا اطوار
هل تجمعني وحبيبي الدار

Salawat orang-orang yang berbakti senantiasa tertuju kepada Muhammad
Orang-orang pilihan senantiasa bersalawat kepadamu
Dulu engkau menunaikan salat di waktu sahur sambil larut dalam tangisan
Betapa indah masa itu namun kematian memang sudah dipergulirkan
Akankah aku dipertemukan dengan orang terkasihku di negeri akhirat
Yang ia maksudkan adalah Nabi SAW.

Umar duduk sambil menangis. Ia terus menangis hingga mengetuk pintu rumah perempuan tua tersebut.
Siapa ini? tanya perempuan tua.
Ia menjawab;
Umar bin Al-Khaththab.
Ada urusan apa aku dengan Umar? Dan kenapa Umar sampai datang di waktu seperti ini? tanya perempuan tua.
Umar; bukalah, semoga Allah merahmatimu, kamu tidak apa-apa.

Setelah dibukakan pintu Umar pun masuk.
Umar berkata kepadanya; ulangilah untukku ungkapan yang kamu ucapkan tadi. Ia pun mengulangi ungkapan itu kepada Umar.
Begitu ia sampai di bagian akhirnya, Umar berkata; aku mohon kepadamu agar memasukkan aku bersama kalian berdua – yakni dalam doa – .
Ia pun mengucapkan; dan Umar, ampunilah dia, wahai Yang Maha Pengampun.
Umar pun ridha dan pulang.

Limpahkan pada kami kecintaan pada kekasih-Mu Muhammad sebagaimana kecintaan dan kerinduan para sahabat kepada beliau ya Rabb.

صلوا على الحبيب….

KHKAF

To Top